Selasa, 23 Agustus 2011

Kompeni Fried Chicken (KFC) ! Jagonya Pelanggar HAM !

  SBK-KP KSN, FAM Unair dan SKMR

Kepada Yth.
Kawan-kawan media.
Di tempat.
Perihal : Release Media terkait aksi Penolakan PHK dan Sistem Kerja Kontrak di KFC Darmo Surabaya, pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2011.

                                                 Kompeni Fried Chicken ! Jagonya Pelanggar HAM !

Kasus ini awalnya adalah kasus tidak di perpanjangnya kontrak salah seorang anggota pekerja di KFC Darmo yaitu kawan Erwin, yang kebetulan berstatus kerja kontrak Per tanggal 29 Juli 2011. Status kerja kawan Erwin sendiri terhitung 2 tahun masa kontrak. Setelah tidak diperpanjangnya status kontrak dari kawan Erwin ini, kawan-kawan SBK KP-KSN selaku induk dari para pekerja KFC Darmo mencoba bernegosiasi dengan pihak management KFC Darmo. Namun ternyata pihak KFC Darmo tidak bisa mengambil sikap karena pihak HRD KFC Surabaya tidak menyetujui untuk perpanjangan kontrak kawan Erwin. Untuk memperkuat dukungan, kawan-kawan SBK kemudian melakukan aksi tanda tangan kepada semua pekerja di KFC Darmo sebagai tanda bukti bahwa kinerja kawan Erwin selama ini baik dan giat. Namun sekali lagi, ternyata pihak HRD KFC Surabaya tetap tidak mau melakukan perpanjangan kontrak kawan Erwin.

Menemui jalan buntu di Surabaya, kawan Erwin beserta pengurus SBK KP-KSN kemudian mencoba menegosiasikan masalah ini ke kantor pusat KFC di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Pihak KFC pusat menyatakan tidak tahu menahu kasus tersebut karena berita masalah kawan Erwin ini belum masuk laporannya di Jakarta. Setelah itu pihak manajemen KFC Pusat memutuskan akan sidak ke Surabaya dan juga sekalian melakukan pertemuan dengan kawan-kawan SBK KP-KSN dan pihak HRD KFC Surabaya dengan berlokasi di KFC Darmo. Tetapi setelah pihak KFC Pusat berada di Surabaya, ternyata terjadi prubahan tempat pertemuan secara sepihak yaitu di Margomulyo. Sehingga hasil keputusan sidak manajement KFC Pusat tersebut tidak diketahui oleh kawan-kawan SBK KP-KSN sebagai organisasi yang menangani kasus tersebut.

Atas dasar itulah, kawan-kawan SBK- KP KSN kemudian melaporkan kasus tersebut ke Dinas Tenaga Kerja terkait adanya praktek sistem kerja kontrak di KFC Darmo. Besoknya, pengawas dari Dinas Tenaga Kerja kemudian langsung melakukan sidak ke KFC Darmo dan melakukan wawancara dengan kawan-kawan pekerja di KFC Darmo. Hasil dari wawancara tersebut kemudian menghasilkan keputusan bahwa di KFC Darmo telah terjadi pelanggaran Undang-Undang Ketenagakerjaan karena sistem kerja kontrak tidak boleh di lakukan oleh suatu perusahaan dalam bidang produksi secara terus-menerus atau permanen, melainkan hanya bisa lakukan di kerja-kerja yang sifatnya musiman dan tidak terus menerus maksimal berjangka 3 tahun. PHK ini sendiri kami sinyalir juga terkait usaha Union Busting (Pemberangusan Serikat Buruh/Pekerja), karena kebetulan kawan Erwin aktif menjadi pengurus SBK-KP KSN basis KFC.

Kasus tersebut juga semakin menggambarkan betapa berbahayanya sistem kerja kontrak karena jelas-jelas sangat merugikan posisi kaum buruh. Seringkali bidang-bidang pekerjaan yang sebenarnya tidak di perbolehkan adanya penerapan status kerja kontrak tersebut, seringkali pula di langgar oleh para pengusaha dengan tetap mempekerjakan para pekerja yang berstatus kontrak atau bahkan berstatus outsourcing

Maka dari itulah, dalam aksi ini secaa tegas kami menyatakan sikap :
  1. Kembalikan kembali Hak kawan Erwin dengan cara mempekerjakan kembali di KFC Darmo.
  2. Menuntut penghapusan sistem kerja kontrak di KFC karena itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU Ketenagakerjaan dan Menyengsarakan para buruh.
  3. Mendesak Dinas Tenaga Kerja Pengawasan Kota Surabaya segera mengeluarkan nota pemeriksaan yang berpihak kepada para pekerja.

Demikian release media yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kawan-kawan media, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Surabaya, 22 Agustus 2011
Hormat Kami,
Juru Bicara Aksi / Ketua Umum SBK-KP KSN


Syahril Romadhon

Untuk Informasi lebih Lanjut bisa menghubungi Kontak Person Kami : Syahril Romadhon 03191900290 // Catur Wibowo 085649344780 .

Penyelenggara Aksi :
  1. SBK-KP KSN     “Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional”
  2. FAM Unair       “ Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga”\
  3. SKMR               “ Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat”

Kamis, 18 Agustus 2011

Kobarkan kembali semangat Kemerdekaan dan Anti Penjajahan Gaya Baru !

  SBK-KP KSN, FAM Unair, SKMR, SMI Surabaya, IKOHI Jatim
Salam Perjuangan !
Merdeka !    

                                                 Indonesia kembali dalam Kuasa Penjajahan Gaya Baru !
                                            Kobarkan kembali semangat Kemerdekaan dan Anti Penjajahan Gaya Baru !

Indonesia akan merayakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus ini. Sudah 66 tahun Indonesia merayakan kemerdekaannya, namun harapan rakyat untuk menggapai kehidupan yang lebih baik ternyata tidak kunjung dapat dinikmati. Angka kemiskinan semakin meningkat, upah buruh sangat rendah, biaya pendidikan dan kesehatan semakin mahal, korupsi merajalela, kekayaan alam Indonesia di gadaikan kepada asing, rakyat semakin sulit untuk mengakses pelayanan publik dan lain-lain. Tentunya bukan kondisi seperti inilah yang dibayangkan ketika kemerdekaan dinyatakan oleh proklamator kita 66 tahun yang lalu.

Perjuangan kemerdekaan digelorakan agar rakyat Indonesia terbebas dari penjajahan. Karena penjajahan saat itu hanyalah menyesengsarakan kehidupan rakyat Indonesia dan hanya menguntungkan kaum penjajah. Namun kenyataannnya apa bedanya dengan kondisi sekarang? Rakyat Indonesia saat ini masih saja belum mencapai kesejahteraan, dan kemakmuran yang dicita-citakan selama ini hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang memiliki kekuatan modal.

Hal ini dikarenakan penguasa di Indonesia sejak Orde Baru sampai saat ini tidak pernah berpihak kepada rakyatnya. Kepentingan yang didahulukan oleh para penguasa hanyalah kepentingan para pemilik modal dan kelompok-kelompoknya. Dampaknya adalah rakyatlah yang kembali menjadi korban penindasan. Inilah penjajahan gaya baru yang kembali menyengsarakan rakyat Indonesia melalui penjajahan ekonomi yang dilakukan oleh para pemilik modal atau perusahaan multinasional.

Neoliberalisme memainkan peranan yang kuat dalam melakukan penjajahan gaya baru serta mengatur kehidupan rakyat Indonesia sehingga rakyat Indonesia semakin miskin dan sengsara. Seluruh potensi yang dapat mensejahterakan rakyat diperdagangkan untuk kepentingan para pemilik modal. Privatisasi BUMN, pencabutan subsidi dan komersialisasi lembaga pendidikan akan semakin menjauhkan rakyat Indonesia untuk mencapai kesejahteraannya. Terang sudah, dalam usianya yang ke 66 tahun, tepat pada 17 Agustus 2010, teks Proklamasi yang dahulu dibacakan Soekarno tinggal kenangan. Pada usianya yang ke 66 tahun, negeri kita sudah dijajah kembali.

Oleh karena itulah, dalam refleksi 66 tahun Kemerdekaan Indonesia, kami dari Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (SBK-KP KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk  Rakyat (SKMR), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Surabaya dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia Jawa Timur (IKOHI Jatim) mengadakan kegiatan “Ngonthel Surabaya-Blitar dan Upacara Kemerdekaan di Makam Bung Karno”. Mengapa kami memilih ke makam Bung Karno dengan Ngonthel padahal jaraknya sangat jauh ? Dalam hal ini apa yang kami lakukan ini sebagai daya upaya untuk menghayati serta meresapi segala kesusahan dan kesulitan yang di alami pejuang dulu dalam perjuangan kemerdekaan. Jarak yang akan kami tempuh sekitar 180-an km tersebut, mungkin bisa di katakan masih tidak ada apa-apanya bilamana kita bandingkan dengan beratnya perjuangan para pejuang dulu. Di mana seringkali mereka harus menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer melewati hutan serta gunung, dalam rangka merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan yang kami adakan ini mungkin memang terkesan sangat sederhana sekali. Kami hanya ingin mengingatkan kembali kepada seluruh rakyat Indonesia bagaimana berat dan susahnya perjuangan para pejuang kemerdekaan dulu. Sesuatu yang menurut kami sangat penting untuk di ingatkan kembali kepada segenap seluruh rakyat Indonesia, apalagi saat ini bangsa Indonesia yang kita cintai ini kembali dalam kekuasaan Penjajahan Gaya Baru.

Acara ini sendiri akan mengambil Rute dari Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Kediri-Makam Bung Karno di kota Blitar, yang kemudian akan di lanjutkan dengan upacara Kemerdekaan dan ziarah bersama pada tanggal 17 Agustus 2011 di makam Bung karno. Start ngonthel sendiri akan di mulai dari Hotel Yamato (sekarang hotel Majapahit) Surabaya, dengan harapan sekedar untuk mengingatkan kembali juga kisah keberanian arek-arek Suroboyo dalam peristiwa perobekan bendera di hotel Yamato pada 18 September 1945. Para peserta akan memakai Pakaian Jaman dulu sebagai simbol sejarah perjuangan kemerdekaan dan Pakaian adat sebagai simbol bahwa negara Indonesia di bangun oleh orang-orang dari berlatar belakang perbedaan suku, agama ras ataupun golongan.

Maka dari itu, pada momentum 66 tahun Kemerdekaan RI kami juga menyatakan sikap:
  1. Indonesia harus merdeka dari penjajahan gaya baru yang selama ini telah menyengsarakan memiskinkan rakyat.
  2. Kami menyerukan satu tindakan, satu tujuan, dan satu tekad untuk mengibarkan panji-panji perang melawan Penjajahan Gaya Baru.
Demikian Release Media yang bisa kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kawan-kawan media sekalian, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Surabaya, 17 Agustus 2011
Hormat kami,
Koordinator Acara

Catur Wibowo

Kontak Person : Catur Wibowo 085649344780  // Fikri Dwi Ramadhan 085645654565

Sabtu, 13 Agustus 2011

Tindakan Anti Demokrasi Pembongkaran Pagelaran Gambar Kemerdekaan















Kawan-kawan sekalian, hari ini telah terjadi satu tindakan anti demokrasi yaitu dengan terjadinya pembongkaran pagelaran 45 gambar tentang kemerdekaan yang di pajang di sepanjang jalan pintu masuk kampus B Unair oleh satpam kampus. Tepatnya pembongkaran tersebut terjadi di depan posko pendaftaran peserta “Ngontel Surabaya-Blitar dan Upacara kemerdekaan di makam Bung karno”. Alasan pembongkaran tersebut berdasar penuturan satpam kampus berdasarkan intruksi dari Wakil Rektor II Universitas Airlangga, Mochamad Nasih, oleh karena menganggap pemajangan gambar kemerdekaan tersebut membuat kesan pintu masuk Unair menjadi kumuh.

Pada saat terjadi pembongkaran itu beberapa kawan yang ada di Posko Pendaftaran membiarkan saja karena memandang akan terjadi benturan antara kawan-kawan yang jaga posko dengan aparat keamanan kampus, bilamana kami tetap bersikeras menolak pembongkaran tersebut. Apalagi selama ini kawan-kawan sendiri punya hubungan baik dengan para satpam kampus tersebut. Demi menghindari benturan dengan aparat keamaman kampus tersebut, beberapa kawan hanya mendiamkan dan sekedar mendokumentasikan adegan pembongkaran yang di lakukan oleh aparat keamanan kampus. Dan untung saja setelah ada negosiasi antara aparat keamanan kampus dan kawan-kawan yang menjaga di posko, pembongkaran tersebut tidak di lanjutkan dengan pembongkaran terhadap bendera merah putih sepanjang 45 meter dan puluhan bendera merah putih lainnya yang di pasang kawan-kawan di sekitar posko pendaftaran ngontel Surabaya-Blitar.

Namun demikian, kejadian pembongkaran tersebut tentu menyisakan tanda tanya karena alasan yang di gunakan terkesan di buat-buat. Alasan kumuh yang di jadikan dasar pembongkaran bagi kami terasa kurang masuk akal. Gambar yang kami pajang tersebut sangatlah sederhana hanya menceritakan sejarah bangsa mulai masa awal masuknya kolonialisme Belanda, masa pergerakan nasional, masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan gambaran sekilas kondisi hari ini yang menceritakan refleksi kemerdekaan Indonesia. Dalam hal ini tidak ada satupun gambar kami tersebut yang mendiskreditkan Birokrasi Unair.

Terus apakah gara-gara gambar tersebut di gambar di atas kardus bekas dan bukan di atas kanvas sehingga gambar tersebut di anggap kumuh dan pantas di bongkar ? Apakah kami di larang mengadakan pagelaran seni rupa kemerdekaan di kampus unair ini ? Padahal pemajangan gambar kemerdekaan tersebut merupakan rangkaian acara yang kami adakan dalam rangka refleksi 66 tahun kemerdekaan Indonesia. Hal ini lah yang sekarang menyisakan tanya bagi kami, ada apa di balik pembongkaran tersebut..

Oleh karena itulah, atas terjadinya kejadian pembongkaran tersebut kami dari SBK-KP KSN, FAM Unair, SKMR, SMI Surabaya dan IKOHI Jatim dengan tegas menyatakan :

1. Mengecam keras tindakan pembongkaran yang di lakukan oleh birokrasi kampus karena karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.
2. Menuntut secara tegas kepada pihak birokrasi Unair agar kejadian pembongkaran tersebut tidak terulang lagi kedepannya sebagai wujud menegakkan kehidupan demokrasi di kampus Unair.

Demikian siaran pers yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamnya kawan-kawan media, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Surabaya, 13 Agustus 2011
Hormat kami,
Koordinator Acara

Catur Wibowo

Kamis, 11 Agustus 2011

Belajar dari Cerita Sejarah ! Sejarah Perjuangan dan Perlawanan anak Bangsa !

SBK-KP KSN, FAM Unair, SKMR, SMI Surabaya, IKOHI Jatim 

Kepada Yth.
Kawan-kawan media.
Di tempat.
Perihal : Press release acara ngontel Kemerdekaan dan ziarah bersama.

Salam Solidaritas..
                                                                     Belajar dari Cerita Sejarah !
                                                   Sejarah Perjuangan dan Perlawanan anak Bangsa !

        Surabaya merupakan salah satu kota yang memiliki banyak cerita sejarah perjuangan bangsa. Dalam sejarah tertulis, terjadi pemogokan para pelaut Indonesia dan Belanda pada 27 Januari 1933 menolak keputusan penurunan gaji, yang kemudian berdampak dengan terjadinya pemberontakan para pelaut kapal zeven Provincien yang berlabuh di Aceh. Pertama kalinya, di kota Surabaya ini di adakan peringatan Hari Buruh Se-dunia pertama kali di Indonesia pada 1 Mei 1918, bahkan juga disebut-sebut pertama-kali di Asia. Bagaimana dengan Proklamasi ? Di kota ini bendera tiga warna Belanda di turunkan di Hotel Yamato dan di sobek menjadi sang saka Merah putih. Di kota inilah juga Hari Pahlawan dilahirkan dengan penanda terjadinya pertempuran 10 November Surabaya. Serta berbagai cerita perjuangan arek-arek suroboyo dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

        Nukilan cerita sejarah keberanian arek-arek Suroboyo tersebut merupakan salah satu bagian dari perjuangan Rayat Indonesia di berbagai pelosok dalam mencapai kemerdekaan. Sebuah sejarah yang harus kita ceritakan secara turun-temurun kepada setiap generasi bangsa, sehingga akan selalu tetap ingat bahwa kemerdekaan Indonesia yang di proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah di capai dengan sangat mudah, namun penuh dengan pengorbanan mulai harta hingga nyawa.

        Maka dari itulah, sebagai rangkaian peringatan 66 tahun kemerdekaan Indonesia, kami arek-arek suroboyo yang terdiri dari Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (SBK-KP KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat (SKMR), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Surabaya dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Jatim mengadakan kegiatan “Ngontel Kemerdekaan dan Ziarah Bersama” ke Makam W.R. Supratman dan Bung Tomo.

      Acara ini kami adakan pada hari kamis, 8 Agustus 2011 ini mulai pukul 15.00-menjelang berbuka puasa, dengan memakai kostum Pakaian Tempo dulu atau Pakaian adat. Pemilihan pakaian tempo dulu tersebut dengan tujuan agar kita semua meresapi setiap jejak langkah dan semangat para pejuang kemerdekaan, sedangkan pakaian adat sendiri untuk menyimbolkan bahwa bangsa Indonesia ini di bangun oleh orang-orang dari berlatar belakang suku dan agama yang berbeda-beda. Terkait pemilihan tempat ziarah sendiri, tidak terlepas peran kedua tokoh tersebut yang sedikit banyak memberikan memberikan sumbangsih dalam ranah perjuangan kemerdekaan. Bapak W.R. Supratman merupakan seorang biolais terkenal dan pencipta lagu nasional Indonesia Raya, sedangkan Bung Tomo sendiri merupakan salah satu tokoh dalam pertempuran 10 November Surabaya.

       Kegiatan yang kami adakan ini tujuan utamanya memang untuk menyegarkan kembali ingatan kita semua tentang sebuah cerita perjuangan anak bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pengembalian kisah perjuangan kemerdekaan dulu itu semakin terasa penting ketika saat ini telah sama-sama kita rasakan bersama terjadinya krisis multidimensi yang di alami oleh bangsa Indonesia. Krisis kebangsaan ini akan mudah kita lihat dengan merajalelanya praktek korupsi, kekayaan alam Indonesia di gadaikan kepada pihak asing, petani banyak yang di gusur dari tanahnya, orang miskin semakin sulit untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan, buruh di upah murah dan terjerat kerja kontrak-outsourcing, semakin marak kekerasan mengatasnamakan agama dan kesukuan, serta berbagai persoalan kebangsaan lainnya.

       Acara yang kami adakan ini mungkin bisa di katakan sangat sederhana sekali. Namun demikian, harapan kami semoga dengan adanya acara sederhana ini sedikit akan mengingatkan kita kembali tentang cerita keberanian para pejuang kemerdekaan. Sehingga kita semua akan juga bisa mengambil pelajaran dan meneladani keberanian dari para pejuang dulu dalam mengembalikan Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat baik dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Sebuah keteladanan agar kita berani dalam perjuangan menghancurkan Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) yang saat ini nyata telah mencengkeraman Bumi Pertiwi.

       Demikian release acara yang kami sampaikan. Atas partisipasi dan kerjasamanya kawan-kawan media sekalian, kami mengucapkan banyak terima kasih..

Surabaya, 11 Agustus 2011
Hormat Kami
Koordinator


Catur Wibowo

Kontak : Catur Wibowo       085649344780   //   Fikri Dwi Ramadhan                  085645654565

Selasa, 09 Agustus 2011

Undangan Karnaval Kemerdekaan dan Ziarah Bersama

SBK-KP KSN, FAM Unair, SKMR, SMI Surabaya, IKOHI Jatim


Assalamulaikum..
Salam Sejahtera..

Kemerdekaan Indonesia 17 agustus 1945 di proklamasikan ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah Puasa. Semangat dari proklamasi itu kemudian membakar puluhan juta rakyat Indonesia di seluruh negeri untuk bangkit melawan penjajahan. Kini, peringatan ke-66 Hari Kemerdekaan RI kembali bertepatan dengan Ramadhan. Bahkan, 17 Agustus 2011 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432 H, tanggal yang diyakini sebagai permulaan turunnya kitab suci Al Quran.

Setelah melakukan Ruwatan Jembatan Merah Surabaya serta menjelang acara Ngontel Surabaya-Blitar dan Upacara Kemerdekaan, kami akan mengadakan acara Karnaval Kemerdekaan dan Ziarah Bersama. Oleh karena itulah kami arek-arek suroboyo gabungan dari Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (KP-KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat (SKMR), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Surabaya dan Ikatan Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Jatim mengundang kawan-kawan sekalian berpatisipasi dalam kegiatan karnaval kemerdekaan dan ziarah bersama tersebut. Rincian acaranya adlh sebagai berikut :

Hari/Tanggal : Kamis, 11 Agustus 2011.
Waktu : Pukul 15.00-17.30..
Rute : Berangkat dari kampus B Universitas Airlangga lalu menuju Makam W.R Supratman, di jalan Rangkah Kenjeran. Setelah dari makam kita menuju makam D.r Soetomo di daerah Bubutan Surabaya. Namun karena dari makam W.r Supratman sampai makam D.r Soetomo melewati Jembatan Merah, kita nanti akan berhenti sejenak untuk mengheningkan cipta dan tabur bunga bersama di Jembatan Merah sebagai bentuk penghormatan kita para pejuang kemerdekaan dulu. Setelah selesai acara di makam D.R. Soetomo kita nanti akan lanjutkan menuju makam Bung Tomo di Pemakaman Umum daerah Ngagel Surabaya. Di makam Bung Tomo ini acara akan di tutup dengan Buka Puasa bersama untuk menghormati kawan-kawan muslim yang sedang menunaikan Ibadah Puasa.

Perlengkapan : Sangat di harapkan kepada kawan-kawan untuk memakai kostum pakaian tempo dulu atau pakaian adat sebagai simbol mengenai perjuangan kemerdekaan serta keberagaman bangsa Indonesia. Sedangkan untuk kendaraan kami juga mengharapkan untuk menggunakan sepeda ontel dan jenisnya boleh bebas tidak harus sepeda kebo.

Demikian undangan acara sederhana yang kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasinya kawan-kawan sekalian, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Surabaya, 9 Agustus 2011

Hormat kami,
Koordinator Acara


Catur Wibowo

Untuk Informasi Lebih lanjut bisa menghubungi kontak person kami :
1. Catur Wibowo 085649344780
2. Fikri Dwi Ramadhan 085645654565
3. Andre Setyawan 085739664838

Senin, 08 Agustus 2011

Sebuah Keteladanan dari kisah Jembatan Merah ! Hancurkan Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) !

Sebuah Keteladanan dari kisah Jembatan Merah !
                                         Hancurkan Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) !
SBK-KP KSN, FAM Unair, SKMR, SMI Surabaya, IKOHI Jatim

Kawan-kawan sekalian, ketika kita melihat ataupun melewati jembatan merah, mungkin akan terlihat sangat biasa seperti jembatan pada umumnya. Secara fisik memang jembatan ini tidaklah besar, bahkan seperti jembatan-jembatan lain yang sering anda temui. Mungkin timbul pertanyaan apa istimewanya jembatan merah itu. Apakah yang menjadi istimewa karena jembatannya di cat warna merah? Bukan, bukan fisiknya yang membuat jembatan ini terlihat besar, tetapi sejarahnya.

Jembatan Merah yang terbentuk atas perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC sejak 11 November 1743 mempunyai nilai sejarah dan politik yang tak ternilai, karena di tempat tempat tersebut salah seorang pimpinan angkatan bersenjata Inggris yang bernama Brigadir Mallaby pada tahun 1945 tewas terbunuh. Jembatan Merah memang merupakan salah satu saksi bisu yang bisa menceritakan betapa gigih dan beraninya arek-arek Suroboyo dalam perang 10 November Surabaya melawan tentara Sekutu dan NICA-Belanda yang hendak menguasai kembali Surabaya.

Maka dari itulah, sebagai rangkaian refleksi 66 tahun kemerdekaan Indonesia, kami dari Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (SBK-KP KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat (SKMR), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Surabaya dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia Jawa Timur (IKOHI Jatim) kemudian mengadakan “Ruwatan Jembatan Merah”. Acara  yang kami adakan pada hari senin, 8 Agustus 2011 ini di mulai pukul 15.30-menjelang berbuka puasa dengan memakai kostum Pakaian Tempoe doloe atau Pakaian adat.

Acara ini di awali dengan Long March dari Tugu Pahlawan sampai Jembatan Merah, melakukan Musikalisasi Puisi yang bertemakan kemerdekaan, monolog tentang cerita perjuangan rakyat Surabaya pada tahun 1945 dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Larung rakit yang berisi makanan dan tabur Bunga di kali mas di bawah jembatan merah sebagai simbol penghormatan atas keberanian pejuang dulu dalam mempertahankan kemerdekaan.
Kegiatan ruwatan yang kami adakan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh rakyat Indonesia tentang sebuah cerita perjuangan anak bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga harus berkorban harta dan nyawa.

Namun sayangnya, perjuangan kemerdekaan tersebut kini telah di khianati oleh elit-elit politik bangsa ini. Saat ini sama-sama bisa kita lihat bersama bagaimana elit politik kita ramai mengkorupsi uang rakyat, menggadaikan kekayaan alam Indonesia, melakukan perampasan tanah rakyat, membiarkan pendidikan dan kesehatan semakin mahal, membiarkan terjadinya perbudakan modern terhadap kaum buruh dengan adanya upah murah, kerja kontrak dan outsourcing, pembiaran terjadinya kekerasan mengatasnamakan agama serta berbagai persoalan kebangsaan lainnya.

Acara ruwatan yang kami adakan ini mungkin boleh di katakan sangat sederhana sekali dan tidak besar. Namun demikian, semoga dengan acara sederhana yang kami adakan ini sedikit akan mengingatkan kita kembali tentang cerita keberanian dan pantang mundur para pejuang kemerdekaan. Sehingga kita semua akan juga bisa mengambil pelajaran dan meneladani keberanian dari para pejuang dulu dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebuah keteladanan agar kita semua tidak takut dan mundur dalam perjuangan menghancurkan Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) yang saat ini nyata telah mencengkeraman Bumi Pertiwi.

Demikian press release acara yang kami sampaikan. Atas perhatian dan Kerjasamanya kawan-kawan media kami mengucapkan banyak terima kasih..

Surabaya, 8 agustus 2011
Hormat Kami,
Koordinator Acara

Catur wibowo
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kontak person kami :
Catur Wibowo                                   085649344780
Fikri Dwi Ramadhan                       085645654565

Jumat, 05 Agustus 2011

Refleksi dan Upacara Kemerdekaan di Makam Bung Karno

SBK-KP KSN, FAM Unair, SKMR, SMI Surabaya, IKOHI Jatim



Salam Solidaritas !
Merdeka !

Kemerdekaan Indonesia di proklamasikan ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah Puasa. Semangat dari proklamasi itu kemudian membakar puluhan juta rakyat Indonesia di seluruh negeri untuk bangkit melawan penjajahan. Kini, peringatan ke-66 Hari Kemerdekaan RI kembali bertepatan dengan Ramadhan. Bahkan, 17 Agustus 2011 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432 H, tanggal yang diyakini sebagai permulaan turunnya kitab suci Al Quran.

Namun sayangnya, kemerdekaan yang dulu dengan gigih telah di perjuangkan oleh para pejuang hingga berkorban darah dan nyawa semakin hilang maknanya. Bangsa Indonesia saat ini nyata bukan lagi menjadi bangsa yang berdaulat lagi baik dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Merajalelanya perilaku korupsi, perampasan tanah rakyat oleh kaum pemodal, pendidikan dan kesehatan semakin mahal, perbudakan modern terhadap buruh dengan politik upah murah, kerja kontrak dan Outsourcing serta berbagai persoalan lainnya adalah gambaran bagamaina kemerdekaan saat ini hanyalah semu belaka. Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) saat ini senyata-nyatanya telah hadir dan mencengkeram bumi Indonesia.

Maka itulah, dalam rangka refleksi 66 tahun Kemerdekaan Indonesia, kami dari Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (SBK-KP KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat (SKMR), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Surabaya dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia Jawa Timur (IKOHI Jatim) mengadakan beberapa rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Kegiatan yang kami adakan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh rakyat Indonesia bagaimana para pejuang kemerdekaan dulu dengan gagah berani dan rela berkorban merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kaum penjajah. Beberapa acara yang akan kami adakan antara lain :

A. Ruwatan Jembatan Merah
Hari/Tanggal : Senin, 8 Agustus 2011.
Pukul : 15.00-menjelang berbuka puasa.
Kostum : Memakai Pakaian Tempoe doloe atau Pakaian adat.
Start : Tugu Pahlawan-Jembatan Merah.

B. Karnaval Rakyat dan Ziarah Bersama
Hari/tanggal : Kamis, 11 Agustus 2011
Tempat : Makam W.R. Supratman, D.R. Soetomo & Bung Tomo.
Pukul : 14.30-Menjelang Berbuka Puasa
Start : Kampus B Unair
Kendaraan/Kostum : Sepeda Ontel dan memakai pakaian jaman dulu atau pakaian adat.

C. Puncak dari rangkaian kegiatan adalah Gowes Surabaya-Blitar dan Upacara Kemerdekaan di Makam Bung Karno
Waktu : Berangkat Gowes mulai tanggal 16 Agustus Jam 15.00-tujuan, yang kemudian pada tanggal 17 Agustus akan di adakan Upacara peringatan Kemerdekaan di makam Bung Karno.
Start : Mulai dari Kampus B Universitas Airlangga.
Pendaftaran : Bagi kawan-kawan yang ingin mengikuti acara ini bisa mendaftar di posko pendaftaran yang akan kami buka di dekat pintu masuk Kampus B Unair. Pada hari senin 8 Agustus-Sabtu 13 Agustus 2011, mulai pukul 09.00-15.00. Di karenakan dana acara ini merupakan swadaya dari kawan2 sendiri, maka kami juga mengharapkan partisipasi kawan2 untuk berpartisipasi dana sebesar RP 20.000,-. Dana ini nantinya akan kami pergunakan untuk kebutuhan konsumsi bersama selama acara (tanpa kaos). Dengan rincian 3 kali makan yg dalam hal ini akan kami sesuaikan dengan kondisi bulan puasa, yaitu 2 Buka puasa & 1 kali untuk makan sahur.
Kostum : Memakai Pakaian Jaman dulu atau Pakaian adat.
Tambahan : Berhubung dengan adanya bulan puasa, panitia juga akan memberikan kesempatan jeda waktu berhenti bagi kawan-kawan sekalian untuk berbuka bersama dan sholat tarawih dalam perjalanan.

Demikian beberapa rangkaian acara yang akan kami adakan dalam rangka peringatan 66 tahun Kemerdekaan Indonesia. Atas perhatian dan partisipasinya kawan-kawan sekalian, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Surabaya, 5 Agustus 2011

Hormat kami,
Koordinator Acara


Catur Wibowo


Untuk Informasi Lebih lanjut bisa menghubungi kontak person kami :
1. Catur Wibowo 085649344780
2. Fikri Dwi Ramadhan 085645654565
3. Andre Setyawan 085739664838