
Ilustrasi: sejarah reformasi 1998. (ist) |
| Minggu, 22 Mei 2011 | 07:48 |
JAKARTA-Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair) menilai dunia pendidikan dan kesehatan pun tidak luput dari penetrasi Neoliberalisme.
" Pemerintah telah melepas tanggung jawabnya untuk memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang layak untuk warga negaranya, namun malah menyerahkannya ke mekanisme pasar, "kata Humas FAM Unair Mochmad Risalah dalam siaran persnya yang disampaikan ke redaksi satunews, Sabtu (21/5) terkait peringatan 13 tahun Reformasi.
Lebih jauh ditambahkan, kemudian berdampak memicu kenaikan besar-besaran pada biaya pendidikan maupun biaya berobat rakyat kecil. Sehingga tidak mengherankan kalau kemudian muncul pameo, orang miskin di larang sekolah dan orang miskin di larang sakit.(rls)
Untuk diketahui FAM Unair mengadakan renungan bersama di museum serta makam dari W.R. Supratman.
"Dengan tempat tersebut dimaksudkan dengan satu harapan agar kita semua tidak lupa terhadap cita-cita perjuangan para pejuang dulu. Maka dari itulah kami juga menyatakan sikap,"kata Mochmad Risalah.
Pernyataan sikap FAM Unair adalah sebagai berikut:
1. Rezim SBY-Boediono telah mengkhianati cita-cita pejuang kemerdekaan !
2. Rezim SBY-Boediono telah gagal menjaga keberagaman bangsa serta gagal mensejahterakan Rakyat.
3. Hancurkan Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) karena terbukti hanya membawa kesengsaraan dan kemelaratan rakyat.(rls) sumber berita dari www.satunews.com | | |
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar