Humas FAM Unair, Mahendra Ondang mengatakan, mereka menziarahi makam WR Supratman karena salah satu tokoh pergerakan nasional yang patut dicontoh oleh pejabat Unair.
“Aksi ziarah mahasiswa Unair ke makam W.R Supratman ini sengaja kami lakukan, karena kami memandang hari ini kita semua mengalami krisis kepemimpinan dan sedang berada dalam kekuasaan neoliberalisme atau penjajahan gaya baru seperti yang dilakukan oleh pejabat kampus Unair yang tidak pro terhadap rakyat miskin.
FAM UNAIR mengadakan aksi ziarah ke makam Dr. Wage Rudolf Supratman sebagai simbol mengingatkan kembali para pejabat Unair agar tidak lupa terhadap sejarah perjuangan para pejuang kemerdekaan dulu.
Dalam aksi ziarah tersebut FAM Unair juga menyatakan sikap penolakan kenaikan biaya SP3 Unair karena kebijakan itu sarat dengan intervensi para pemodal asing yang ingin menguasai dan memprivatisasi lembaga pendidikan di Indonesia, tak terkecuali Universitas Airlangga.
Mahasiswa juga menuntut para pejabat Unair untuk segera membatalkan kebijakan kenaikan Biaya SP3 tersebut karena sangat memberatkan rakyat kecildan mengkhianati perjuangan para pejuang kemerdekaan dulu dan menyerukan kepada seluruh dosen dan pejabat Unair untuk tidak lupa pada sejarah perjuangan WR Supratman dan meneladani sikapnya yang anti terhadap penjajahan.(red/release) sumber berita oleh batamtimes.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar