Selama 5 tahun ini, warga Porong dan sekitarnya terombang-ambing. Mereka hidup dalam ketidakpastian. Ratusan lebih warga berteman dengan gas beracun dan berada di garis kemiskinan. Proses ganti rugi pun tidak kunjung selesai. Tercatat hanya 12 ribu kepala keluarga (KK) yang menerima ganti rugi. Jika pada 2006 lalu sudah ada 26 desa tenggelam dan sekitar 70 ribu KK menjadi korban, kini bias dipastikan korban semakin meluas dan bertambah.
FAM Unair sendiri menuding tidak ada tanggung jawab dari pihak Lapindo untuk segera menuntaskan persoalan ini meski sudah 5 tahun berlalu. Rezim SUSILO BAMBANG YUDHOYONO pun dianggap telah membodohi rakyat Indonesia karena tetap melindungi BAKRIE pemilik Lapindo yang sudah jelas bersalah daripada membela rakyat Porong yang menderita.
Karena itu, dalam peringatan 5 tahun lumpur Lapindo ini, FAM Unair menggelar aksi damai dan teatrikal untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang penderitaan warga Porong. Mereka juga menyatakan sikap mendukung perjuangan warga Sidoarjo korban lumpur panas Lapindo untuk mendapat ganti rugi yang layak, mendesak Pemerintah menolak rencana baru pengeboran eksplorasi Lapindo di Sidoarjo demi keselamatan warga dan mendesak Pemerintah membawa serta mengusut tuntas kasus lumpur Lapindo sampai ke pengadilan.(git)
Teks Foto :
- Aksi FAM Unair menunjukkan empati mereka terhadap korban lumpur Lapindo.
Foto : GITA suarasurabaya.net
sumber berita oleh http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=06c3a053f6e99b87928c6493408bb767201193131
Tidak ada komentar:
Posting Komentar