Gagalkan Kenaikan Biaya Pendidikan di Universitas Airlangga !
Go To Hell Bank Dunia !
Kawan-kawan Rakyat Indonesia..
Hari ini, telah santer di beritakan oleh berbagai media massa bahwa Pejabat Universitas Airlangga merencanakan akan menaikkan biaya pendidikan dalam Sumbangan Pengembangan Pembangunan Pendidikan (SP3) bagi Mahasiswa Baru 2011. Rincian kenaikan itu adalah untuk mahasiswa yang masuk lewat jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jika pada tahun-tahun sebelumnya tidak ditarik biaya tahun depan akan dibandrol dengan harga dari Rp 2,5 juta hingga Rp 20 juta. Sedangkan mahasiswa baru yang masuk lewat jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), kenaikan biayanya antara 30% sampai 100%. Pungutan terbesar untuk mahasiswa kedokteran. Jika tidak ada perubahan, sumbangan untuk menjadi dokter melalui jalur mandiri minimal sebesar Rp 200 juta
Dalih yang di gunakan oleh Pejabat Unair dalam menaikkan biaya pendidikan tersebut adalah karena Unair sedang mengalami kekurangan dana untuk menjalankan operasional kegiatannya. Hal itu mau tidak mau kemudian memaksa para pejabat Unair untuk menaikkan biaya kuliah untuk mahasiswa baru angkatan 2011. Pejabat Unair selanjutnya akan memberikan sebuah kompensasi yang di wujudkan dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu. Hal itu seolah memang tampak adil dan baik. Tapi benarkah demikian kenyataannya ?
Kawan-kawan Rakyat Indonesia,
Terkait dengan dalih dari Pejabat unair bahwa kenaikan itu di karenakan unair mengalami kekurangan dana, kami mengatakan bahwa hal itu meruakan pernyataan sepihak dari pejabat Unair saja dan tidak bisa di pertanggungjawabkan secara publik. Mengapa kami mengatakannya demikian? Karena hingga detik ini tidak ada transparansi dalam soal kondisi keuangan Unair, sebagai sebuah dasar bahwa Unair menaikkan biaya kuliah merupakan suatu kewajaran.
Alasan demi alasan yang di lontarkan Pejabat Unair itu sarat dengan kebohongan dan manipulasi. Hal ini bisa kita lihat beberapa bulan belakangan ini saat FAM Unair dua kali berhadapan dengan pejabat Unair, dalam kasus DO Ratusan massa mahasiswa serta kasus sumbangan Ikoma. Pada saat kita mempersoalkan dua kebijakan di atas, pernyataan yang disampaikan pejabat Unair pada awalnya selalu tidak jelas dan terkesan menutup-nutupi. Namun pada akhirnya terbukti di lapangan ternyata kebijakan pejabat Unair tersebut tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan penuh dengan manipulasi.
Selain kedua kasus di atas, tentunya kawan-kawan mahasiswa unair semua pastinya pernah merasakan dan mengalami sendiri bagaimana Transparansi dan akuntabilitas (pertanggungjawaban publik) yang sering di gembar-gemborkan institusi kampus ini hanya bualan belaka. Dalam kenyataannya, mahasiswa dan rakyat hanya di suguhi dengan slogan-slogan yang bombastis, tapi para pejabat unair sendiri malah mengingkarinya.
Kawan-kawan Rakyat Indonesia
Bila kita memblejeti kebijakan itu lebih dalam, sesungguhnya tidak terlepas dari program kaum modal asing untuk meliberalisasi dunia Pendidikan Indonesia melalui program Indonesia Managing Higher Education For Relevance And Effeiciency ( I-MHERE ). Untuk diketahui bahwa I-MHERE merupakan badan yang berada langsung di bawah kendali dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau lebih populernya di kenal dengan nama Bank Dunia. Bank Dunia sendiri adalah salah satu dari 3 setan Dunia (selain IMF dan WTO), yang mana program-programnya sarat dengan kepentingan negara-negara penjajah seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Kanada dan lain sebagainya.
Tentunya kita semua telah banyak yang mengetahui bagaimana sepak terjang dari Bank Dunia selama ini dalam mengkontrol dan mengusai politik-ekonomi Indonesia. Melalui Bank Dunia inilah negara-negara penjajah hendak menguasai dan mengendalikan Politik dan Ekonomi negara-negara berkembang, tak terkecuali dalam bidang pendidikan.
Bentuk Intervensi Bank Dunia ke Universitas Airlangga serta universitas lainnya di Indonesia, selama ini dilakukan dengan embel-embel memberikan bantuan hibah pendidikan. Program “Hibah” (sumbernya dari utang luar negeri pemerintah) yang diberikan oleh Bank Dunia tersebut mengandung sebuah kompensasi serta memberikan syarat-syarat tertentu yang harus di lakukan oleh Perguruan Tinggi penerima hibah. Seperti misalnya penyesuain Universitas Indonesia agar berstandar Internasional, padahal sebenarnya merupakan standartnya negara-negara penjajah. Pada akhirnya, kenaikkan biaya pendidikan menjadi konsekuensi logis yang harus diterapkan sebuah lembaga pendidikan penerima hibah.
Kawan-kawan Rakyat Indonesia,
Sungguh apabila rencana pejabat Unair tersebut benar-benar dijalankan, nasib dari ribuan anak-anak Buruh, Petani Gurem, Nelayan gurem, PNS yang berpangkat rendah (Guru, Polisi, Tentara dll) benar-benar tragis, akan tersingkir dari Universitas Airlangga. Kita ambil contoh saja saja dari anak buruh dari daerah Jawa Timur. Upah para buruh untuk daerah Gresik Rp 1.333.000,00, Surabaya Rp 1.115.000,00 serta Pacitan, Magetan, Ponorogo sebesar Rp 705.000,00.
Pertanyaaanya, apakah mungkin anak-anak buruh yang orang tuannya bergaji segitu akan bisa menikmati pendidikan di Unair ? Terus apakah anak-anak dari petani gurem, nelayan gurem, PNS yang berpangkat rendah juga bisa kuliah di Unair ? Jawabanya tentu akan sangat kecil dari mereka yang bisa berkuliah di Unair. Kalaupun ada yang bisa kuliah di Unair, jelas itu pun di lakukan dengan usaha yang sangat keras atau gali lubang tutup lubang utang orang lain.
Hal itu sesungguhnya juga merupakan pengkhianatan terhadap cita-cita yang di perjuangkan oleh para pendiri Republik ini. Tentunya kita tahu betul bahwa Universitas Airlangga yang berdiri dan di resmikan oleh Proklamator Indonesia Presiden Soekarno pada tahun 1954, pada awalnya merupakan lembaga pendidikan yang berasal dari hasil nasionalisasi para pejuang Indonesia sesudah Revolusi Kemerdekaan 1945. Dengan berkorban harta dan nyawa para pejuang Republik melakukan nasionalisasi terhadap lembaga pendidikan belanda yang bernama Netherland Indische Artsen School (NIAS) dan kemudian menggantinya menjadi milik Republik Indonesia dan di beri nama baru Universitas Airlangga.
Berdirinya Universitas Airlangga merupakan usaha dari pemerintahan Soekarno untuk menjalankan UUD 1945 dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun sayangnya, saat ini para pejabat Unair telah amnesia sejarah dengan membatasi akses rakyat memperoleh pendidikan di Unair, dengan cara menaikkan biaya pendidikannya.
Selain itu, para pejabat Unair juga melakukan pengkhianatan terhadap cita-cita yang diperjuangkan dua mahasiswa Unair yang menjadi Martir lahirnya Reformasi 98, Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah. Cita-cita kedua orang itu yang menginginkan perubahan lebih baik di Indonesia, salah satunya di bidang Pendidikan, ternyata telah di khianati oleh para pejabat Unair dengan cara akan menjadikan Unair menjadi sebuah kampus yang tidak ramah lagi bagi Rakyat miskin.
Kawan-kawan Rakyat Indonesia
Terang sudah, apa yang akan dilakukan oleh para Pejabat Unair tersebut merupakan pengkhianatan terhadap Rakyat Indonesia dan juga cita-cita perjuangan pendiri republik ini. Universitas Airlangga di anggap oleh para pejabat Unair seperti miliknya sendiri, padahal senyata-nyatanya bahwa keberadaan Universitas Airlangga merupakan buah perjuangan dari para pendiri Republik yang rela berkorban harta, nyawa dan keluarga.
Maka dari itulah, dengan ini kami dari FAM Unair menyerukan kepada kawan-kawan mahasiswa, Dosen, Pekerja dan Alumni Unair, serta seluruh Rakyat Indonesia melakukan perlawanan untuk menggagalkan rencana kenaikan biaya pendidikan di Unair. Mari kita wujudkan bahwa Universitas Airlangga bukanlah milik dari pejabat struktural Unair saja, melainkan milik kita semua Rakyat Indonesia.
Surabaya, 29 Maret 2011
Ketua Sekjen
Aditya Farista Albertus Beny
CP :
Aditya Farista Manajemen Perkantoran 0856546258535
Yogie Gravilla Perbankan 0319078782
Ketut Sandy Swastika Ekonomi Pembangunan 085645372722
Albertus Beny Farmasi 085732584042
Vinosha Wahyu Hukum 08563463626
Fareza Rahman Hubungan Internasional 083849840442
Mochamad Najep Ilmu Politik 08563214719
Fikri Dwi Ramadhan Ilmu Sejarah 085645654565
Dian Aprilia Sastra Inggris 083830275068
Richo Haryono Fisika 08993883722
Tidak ada komentar:
Posting Komentar