Minggu, 20 Februari 2011

Kisruh, Demo Menolak SBY di Surabaya


lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 14/12/2010 | 16:10 WIB Kisruh, Demo Menolak SBY di SurabayaSurabaya - Aksi penolakan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Surabaya kian memanas. SBY berkunjung ke kampus ITS Surabaya, Selasa (14/12/2010). Sebelumnya terjadi baku pukul antar massa mahasiswa dan polisi yang berbuntut penangkapan tiga mahasiswa.

Buntut dari kejadian itu, sejumlah mahasiswa memblokir jalan Dharmawangsa. Massa yang tergabung dalam 'Aliansi Menolak Kedatangan SBY' ini memberhentikan truk tangki bernomor polisi L 8024 GC yang tengah melintas.

Selain memblokir jalan, pendemo menyeret sejumlah bambu dan ban bekas ke tengah jalan. Menghadapi itu, sejumlah petugas polisi melakukan negosiasi dengan mahasiswa untuk membebaskan truk. Namun gagal. "Kami tidak akan membebaskan truk ini sampai rekan kami dibebaskan," teriak salah satu mahasiswa.
Selang beberapa menit kemudian, Wakapolrestabes, AKBP Tomsi Tohir, datang ke lokasi sambil membawa mahasiswa yang sempat ditangkap. Namun, Wakapolres belum bisa memberi keterangan. "Rekan-rekan wartawan tolong menjauh sebentar, saya akan bertemu dengan para mahasiswa ini," kata mantan Kapolres Jombang itu.
Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) wilayah Teritori VI menggelar demonstrasi di Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, tempat Presiden akan memberikan kuliah umum. Aksi demo juga berlangsung di depan kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Aksi demo di kampus Unair berakhir ricuh setelah sekelompok mahasiswa melempari kepolisian dengan batu. Dalam aksi ini, tiga mahasiwa diamankan polisi karena terlibat baku pukul. Kericuhan ini terjadi saat kepolisian menghalau kelompok mahasiswa gabungan BEM se-Surabaya yang mencoba memaksa masuk kampus.

Sementara di kampus ITS, barisan mahasiswa paling depan juga memaksa masuk dengan mendorong barikade polisi. Dalam aksinya ratusan mahasiswa juga menyanyikan lagu grup Palang Merah Remaja (PMR). Namun, liriknya dipelesetkan menjadi: 'Pak ayo pak ayo main dorong-dorongan. Daripada dorong beneran pikiran pusing tidak karuan. Belum didorong, kok bapak dorong duluan'.

Humas BEM-SI Teritori VI, Dalu Nuzlul Kirom mengatakan aksi mahasiswa yang digelar itu menuntut untuk bertemu langsung dengan SBY. Mereka akan menyampaikan enam tuntutan yang diberi nama 'Nampan Mahasiswa'. "Nampan mahasiswa merupakan kepanjangan Enam Harapan Mahasiswa," katanya.

Selama 3 hari kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Timur, Presiden yang didampingi 14 menteri akan berkantor di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

Kepala Humas dan Protokoler Pemprov Jatim, Gunarto menjelaskan Presiden akan berdialog dengan 300 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diundang secara khusus ke Gedung Grahadi, Selasa (14/12). Selanjutnya, pukul 14.00 WIB, SBY dijadwalkan akan mengunjungi perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) PT Perwita Nusaraya di kawasan Krian, Sidoarjo. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar