Sabtu, 19 Februari 2011

Kecam Kebijakan DO, Mahasiswa Unair Demo Rektor

http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=7dd00f67f53df5e8aeaafca4c9ce2209201082618 

Kecam Kebijakan DO, Mahasiswa Unair Demo Rektor

 Sekitar 100 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam Forum Advokasi Mahasiswa (FAM) Unair berunjukrasa di gedung Rektorat kampus C Mulyorejo, Rabu (22/09). Mereka memprotes kebijakan sanksi keras drop out yang diberlakukan manajemen Unair bagi mahasiswa yang telat membayar SPP dan prestasi akademiknya buruk.

ANDREE satu diantara koordinator pengunjukrasa mengatakan mahasiswa resah dengan modus yang diterapkan di sejumlah fakultas. Diantaranya adalah yang berlaku di FEB dimana mahasiswa yang prestasi akademik dan SPPnya menunggak dipanggil dan dipaksa menandatangani surat pernyataan pengunduran diri.

Bagi mahasiswa, kebijakan itu sangat arogan dan tidak adil. Seringkali, kata ANDREE, buruknya prestasi akademik mahasiswa lantaran waktu yang dipakai mahasiswa lebih banyak untuk bekerja mencari nafkah guna membiayai kuliahnya sendiri. SPP juga terpaksa ditunggak lantaran tidak semua orangtua mahasiswa punya kemampuan ekonomi yang sama. "Karena liberalisasi pendidikan, uang SPP kami membengkak, dan kami harus ikut membantu mencari uang agar bisa bayar SPP," kata dia.

Pada sisi lain, kata ANDREE, penerapan sanksi buat mahasiswa tidak dibarengi dengan penilaian terhadap kinerja dosen. Masih ada, kata dia, dosen yang kinerjanya buruk, suka membolos, dan tidak memberikan materi secara proporsional sesuai dengan tugasnya. "Tidak ada sanksi buat dosen yang kinerjanya jelek. Ini tidak adil!" kata dia.

Menurut ANDREE lagi, praktek-praktek yang dilakukan manajemen Unair sesungguhnya melanggar UU Sistem Pendidikan Nasional sebab tidak ada transparansi pemberlakuan kebijakan, tidak melibatkan orangtua mahasiswa, dan tidak ada upaya yang serius dan wajar dari pendidik agar mahasiswa menjadi lebih baik dalam prestasi belajar mereka.

DIIMAS ADIYTA satu diantara mahasiswa semester 3 D3 Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengatakan sampai kini ada 328 mahasiswa seluruh Unair yang diusulkan untuk di-DO. "Kami menolak sistem evaluasi yang tidak humanis, yang tidak memberi solusi bagi masalah kami," kata dia.

Selama ini, lanjutnya, aturan DO berlaku pada mahasiswa yang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nya kurang dari 2,00. "Apapun alasannya, kalau IPK kurang dari 2,00, langsung di-DO," paparnya.

Setelah cukup lama berunjukrasa, akhirnya seluruh mahasiswa yang berunjukrasa diterima oleh Prof. Dr. FASICHUL LISAN Rektor Unair di aula perpustakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar