| Sabtu, 15 Januari 2011 | 11:57 WIB | |||
| SURABAYA - Warga Surabaya menggalang gerakan “Sewu untuk TKI” guna menghimpun dana Rp 1.000 dari setiap warga kota untuk membantu pemulangan 200 buruh migran Indonesia yang telantar di kolong jembatan di Arab Saudi. “Sekitar 200 buruh migran Indonesia itu sudah tiga bulan telantar di kolong jembatan di Saudi Arabia dalam kondisi memprihatinkan,” kata juru bicara gerakan “Sewu untuk TKI”, Dandik Katjasungakana, Jumat (14/1). Didampingi puluhan penggagas gerakan itu, ia menjelaskan para buruh migran tersebut tidur di trotoar dengan hanya beralaskan tikar dan setiap hari menanti uluran tangan siapapun untuk sekadar bisa makan. “Negara yang secara konstitusional memiliki kewajiban melindungi warga negaranya, terbukti tidak memiliki rasa kemanusiaan untuk menjalankan kewajiban konstitusional melindungi TKI yang telantar di kolong jembatan itu,” katanya. Sejauh in, tidak ada upaya mobilisasi anggaran untuk pemulangan mereka dan hal itu berbanding terbalik dengan anggaran studi banding anggota DPR RI atau anggaran kunjungan presiden SBY ke luar negeri. “Karena tidak adanya komitmen dari negara untuk melindungi dan memulangkan mereka, maka kami dari koalisi masyarakat sipil mengambil inisiatif untuk menggalang dana melalui gerakan ‘Rp1.000 untuk pemulangan TKI’,” katanya. Menurut dia, estimasi biaya pemulangan 200 TKI hanyalah Rp 1,7 miliar atau hanya 0,9% dari anggaran presiden SBY saat melakukan kunjungan ke luar negeri yang mencapai Rp179 miliar. “Padahal, setiap tahun TKI menyumbangkan PNBP (Penghasilan Negara Bukan Pajak) sebesar Rp 600 miliar dari biaya perlindungan 15 dollar AS yang dibayarkan setiap akan berangkat,” katanya. Selain itu, pada 2010 lalu TKI juga telah menyumbangkan devisa dari keringat mereka sebesar 7,1 miliar dollar (sekitar Rp 63,9 triliun). “Kami mengajak partisipasi masyarakat untuk ikut membantu pemulangan TKI itu melalui rekening Yayasan Migrant CARE No 908.01.01086.00.3, Bank CIMB Niaga Rawamangun, Jakarta Timur. Hasilnya akan diinformasikan secara transparan,” katanya. Gerakan “Suroboyo Sewu untuk TKI” itu didukung puluhan aktivis dari Koalisi Perempuan Pro Demokrasi (KPPD), IKOHI Jawa Timur, LHKI, Sapu Lidi, Pemuda Nambangan, Daulat Arek Suroboyo, WALHI Jawa Timur, LaKSMI, Soekarno Institute, KJPL, dan Cerah Institute. Di tingkat nasional, gerakan itu antara lain didukung Romo Benny Susetyo, Adhie M Massardi, Fajroel Rahman, Ifdal Kasim, Zumrotin KS, Smita Notosusanto, Kontras, WALHI, Institute Hijau, Migrant CARE, YLBHI, INFID, JATAM, Komisi HAK KWI, dan ICW. | |||
| |
LAMRI SURABAYA adalah organisasi di surabaya, yang kepanjangan dari Lamri Surabaya adalah Laskar Mahasiswa Republik Indonesia kota Surabaya
Minggu, 20 Februari 2011
Gerakan ‘Sewu untuk TKI’
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar