Salam Perjuangan !
Batalkan Kenaikan Biaya Pendidikan Unair karena semakin Menyengsarakan Rakyat !
Kenaikan Biaya Pendidikan adalah Bentuk Komersialisasi terhadap dunia Pendidikan !
Pada hari Selasa tanggal 07 Juni 2011 kemarin, kami dari FAM UNAIR mengadakan dialog dengan pihak Birokrasi Unair untuk membahas kejelasan mengenai transparansi anggaran Unair serta kebenaran dari defisit anggaran yang dialami oleh Unair. Dalam hal ini, pengungkapan kebenaran dari klaim defisit keuangan yang dialami Unair merupakan satu hal yang penting untuk di lakukan, karena hal itulah yang selama ini di jadikan alasan oleh pihak Birokrasi Unair sehingga menaikan biaya pendidikan di Unair. Dimana telah kita ketahui bersama akan terjadi kenaikan biaya pendidikan mahasiswa baru 2011 Unair, baik yang masuk melalui jalur SNMPTN (maupun jalur mandiri (PMDK). Dengan rinciannya beban biaya SP3 mahasiswa jalur mandiri naik hingga 30% -50%, sedangkan untuk Jalur SNMPTN yang pada tahun sebelumnya tidak ditarik biaya SP3, tapi Mahasiswa Baru pada tahun 2011 ini akan di tarik biaya SP3 yang nominalnya 2,5 juta-15 juta.
Akan tetapi dalam pertemuan tersebut Pejabat Struktural Unair yang hanya di wakili oleh Sekretaris Rektor, Bapak Hadi Subhan, ternyata masih tetap saja bungkam dengan tidak mau membuka secara detail bagaimana kondisi keuangan terkait pendapatan dan pengeluaran Unair selama ini. Dalam Forum tersebut Sekretaris Rektor menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran dari Unair sebenarnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, namun yang membedakan saat ini adalah pendapatan yang ditarik dari mahasiswa baru akan semakin lebih besar.
Ditambahkan lagi Bapak Hadi Subhan bahwa Kenaikan itu sebabkan adanya PP 66 tahun 2010 yang mengatur kuota penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN sebesar 60% dan 40% untuk PMDK, sehingga Birokrasi Unair mengurangi jatah penerimaan mahasiswa baru dari jalur mandiri yang sebelumnya kuotanya lebih besar dari mahasiswa SNMPTN dan menjadi sumber terbesar pendapatan Unair. Bahwa kenaikan itu juga di picu dengan adanya inflasi harga barang-barang, sehingga membuat pengeluaran kampus semakin besar. Untuk sekedar di ketahui saja, selain dari uang mahasiswa, sumber keuangan Unair selama ini adalah dari Pemerintah, kerjasama dengan beberapa perusahaan dan juga dari usaha (PT Dharma Putra Airlangga). Di tambahkannya bahwa dalam waktu dekat ini Birokrasi Unair akan mengundang kawan-kawan FAM Unair untuk memberikan transparansi anggaran dan menjelaskan keseluruhan isi dari keuangan Unair itu.
Namun sayangnya, dari pengalaman beberapa kasus yang terjadi dan pernah kami advokasi langsung mulai dari kasus DO mahasiswa dan penarikan IKOMA, bagi kami apa yang dikatakan Bapak Hadi Subhan itu hanya sekedar salah satu trik yang dilakukan oleh birokrasi Unair untuk mengulur waktu saja. Apalagi bilamana kita semua merekam berbagai Janji manis yang Birokrasi Unair ucapkan selama ini, kebanyakan hanya selalu berakhir dengan ketidakpastian dan seringkali pihak Birokrasi Unair mengingkarinya sendiri. Padahal jelas-jelas telah di amanatkan dalam Undang-undang keterbukaan Informasi Publik, sudah kewajiban dari sebuah lembaga Publik Untuk menjelaskan kepada masyarakat luas tentang transparansi keuangannya.. Tapi sayangnya semua itu di ingkari oleh para pejabat Unair sendiri..
Maka itulah, dalam aksi simbolik menuntut pembatalan kenaikan biaya pendidikan di Unair, kami dari FAM (Forum Advokasi Mahasiswa) Universitas Airlangga menyatakan sikap:
1. Menuntut Rektor Unair untuk segera membatalkan kebijakan kenaikan Biaya Pendidikan untuk Mahasiswa Baru 2011, karena kebijakan itu jelas hanya menyengsarakan Rakyat.
2. Menuntut Rektor Unair segera membuka Transparansi Keuangan Unair untuk membuktikan kebenaran dari klaim defisit keuangan yang sedang di alami Universitas Airlangga.
3. Menyerukan kepada segenap dosen, pekerja dan mahasiswa Unair untuk bergerak membatalkan kenaikan biaya kuliah itu dan mengembalikan Unair menjadi kampus rakyat lagi.
4. Hancurkan Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) dalam Dunia Pendidikan karena terbukti hanya memicu kenaikan biaya pendidikan di kampus yang telah di privatisasi.
Demikian pernyatan sikap yang bisa kami sampaikan. Atas perhatian kawan-kawan media sekalian, kami mengucapkan banyak terima kasih..
Surabaya, 8 Juni 2011
Hormat Kami
Humas FAM Unair
Dani Samuel // Ketut Sandy Swastika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar