500 balon siap dilepas mahasiswa Unair
Hubungan Masyarakat Forum Advokasi Mahasiswa (FAM) Unair, Ketut Shandy Swastika mengatakan, pelepasan balon itu sebagai simbol terima kasih kami kepada rakyat Indonesia, karena telah ikut membantu meringankan biaya kuliah mahasiswa Unair. Bantuan itu diberikan kepada 500 mahasiswa Unair melalui Beasiswa Bidik Misi dari APBN.
“Bisa dikatakan aksi simbolis pelepasan 500 balon ini adalah bentuk iklan kami kepada publik. Walaupun memang iklan yang kami lakukan ini mungkin jauh dari kata wah. Karena biaya kegiatan kami ini pun sangat minimalis,” kata Ketut Shandy Swastika dalam rilis yang dikirim ke redaksi, siang tadi.
Iklan mahasiswa ini, lanjutnya, jauh lebih murah dibanding iklan yang gencar dilakukan pihak universitas. Mahasiswa Unair mengibaratkan pihak universitas sebagai ayah dan ibu mereka.
“Ayah dan ibu kami dengan segala kekuasaan yang mereka miliki leluasa memakai dana kas Unair yang sumbernya sendiri berasal dari biaya kuliah yang kami bayarkan dan dana rakyat (APBN) yang diterima Unair. Dana itu mereka gunakan membiayai iklan besar-besaran di berbagai media massa,” ungkap Ketut Shandy Swastika.
Aksi simbolisasi pelepasan 500 balon juga sebagai permohonan maaf mahasiswa kepada rakyat Indonesia atas kelakuan “ayah dan ibu” mereka.
“Mereka mengklaim sepihak memberikan Beasiswa Bidik Misi. Padahal nyata sumber pendanaan berasal dari rakyat Indonesia yang ada di APBN. Sekaligus kami juga minta maaf atas tidak tahu malunya ayah dan ibu kami yang masih tetap bersikeras menaikkan biaya SP3, padahal jelas-jelas kebijakan itu akan sangat memberatkan rakyat Indonesia,” sindirnya.
Sama seperti tuntutan awal, mahasiswa Unair menolak kenaikan SP3. Mereka menuntut pejabat Unair membatalkan kenaikan itu yang dinilai sangat memberatkan rakyat.
“Kami juga menuntut pihak universitas membuka transparansi keuangan Unair agar semakin terang duduk permasalahan kasus kenaikan SP3 tersebut,” kata Ketut Shandy Swastika dan Fareza Rahman.
sumber berita oleh www.kalbar-online.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar