Mochamad Rissalah, koordinator Forum Advokasi Mahasiswa Unair, pemerintah terksesan diam saja terhadap nasib warga korban semburan lumpur itu. padahal semburan lumpur yang telah berlalu lima tahun itu telah menenggalamkan desa dan menghancurkan ekonomi rakyat porong, jabon dan tanggulangin.
"Makin dasyat dampak semburan, makin bersemangat pihak Lapindo menyatakan bahwa semburan lumpur akibat bencana alam, sehingga solusinya adalah membiarkan semburan lumpur berhenti secara alami,padahal itu terjadi karena ulah Lapindo,"katanya dalam siaran pers yang diterima The Atjeh Post, Senin, (30/5).
Kuatnya keyakinan pemerintah bahwa semburan lumpur Lapindo akibat bencana alam, juga terlihat dari pola penanganan dampak semburan lumpur. Dalam penanganan dampak semburan lumpur, persoalan ganti rugi dibelokan menjadi sekedar persoalan jual beli aset.
"Kini kita telah melihat bahwa rezim SBY telah membodohi rakyat indonesia karena tetap melindungi lapindo yang jelas-jelas bersalah, daripada membela rakyat porong yang telah 5 tahun menderita," katanya.
Untuk itu mereka berharap pemerintah lebih serius menanggani persoalan Lapindo dengan menolak rencana pengeboran kembali kawasan Lapindo. Mereka juga mendesak pemerintah membawa kasus Lumpur Lapindo ke pengadilan. Lapindo harus bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkannya," ujarnya.[]
di salin dari http://atjehpost.com/nusantara/nasional/2722-mahasiswa-tolak-eksplorasi-kembali-lapindo.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar