FAM Unair Tolak Kenaikan SP3
Kali ini, Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya, membuat kebijakan menaikkan biaya SP3 (Sumbangan Peningkatan Pengembangan dan Pembangunan Pendidikan) mahasiswa baru Unair 2011 yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Kontan, tindakan tersebut mendapat tentangan dari para mahasiswa.
Menurut mahasiswa yang tergabung dalam Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), pihak birokrasi Universitas Airlangga tidak transparan terkait kebijakan kenaikan SP3. Aksi penolakan selama ini didasari oleh tidak adanya transparansi keuangan dari para pejabat Unair. Padahal transparansi ini sangat penting dilakukan agar semua bisa menilai bersama-sama sejauh mana kebenaran alasan dari pejabat Unair menaikkan biaya karena Unair sedang mengalami defisit keuangan.
Namun, gugatan kritis para mahasiswa tidak mendapat jawaban yang proporsional. Pihak birokrasi kampus memasang iklan di sejumlah media massa yang mencitrakan bahwa Universitas Airlangga masih merupakan kampus rakyat yang menggratiskan mahasiswa dari keluarga miskin (gakin). Sekali lagi, usaha pihak kampus belum menjawab permasalahan transparansi keuangan yang ditekankan para mahasiswa.
FAM Unair akhirnya melihat upaya pihak birokrasi Uinersitas Airlangga sebagai politik pencitraan publik. Bahkan, mereka menilai upaya pemasangan iklan pun tidak terlepas dari pengeluaran biaya yang tidak sedikit.
Menyikapi kenaikan SP3 tersebut, FAM Unair melakukan aksi penolakan dengan menggelar Panggung Seni Keliling selama tiga hari, mulai hari Rabu-Jumat, 11-13 Mei 2011, yang dimulai dari Kampus B, Kampus C dan Kampus A Unair.
Dalam acara tersebut, para mahasiswa bernyanyi bersama dan menggelar musikalisasi puisi. Lagu yang di nyanyikan ini di antaranya Halo-halo Unair, Berita cuaca, Surabaya oh Surabaya, Bangun Pemudi pemuda. Sedangkan dalam musikalisasi puisi dibawakan puisi “Sajak Sebatang Lisong” karya WS Rendra, bergantian oleh kawan Yogie Gravilla mahasiswa Perbankan serta Bambang Puji mahasiswa sastra Inggris. Pembacaan Puisi ini juga di iringi oleh petikan gitar, tetabuhan jimbe dan sayatanBiola dari Angela S. Nariswari mahasiswa Kedokteran Unair dengan latar lagu nasional Tanah Airku dan Indonesia Tanah Air Beta.
Sedikit Lampiran Lagu Halo-halo Unair…sengaja diketengahkan sebagai bait sindiran kepada birokrasi pendidikan di Universitas Airlangga. Berikut petikannya, “Halo-halo Unair, Kampus Milik Semua Rakyat. Halo-halo Unair, Kampus Perjuangan Rakyat. Sudah Lama beta…Tidak Berjumpa dengan Kau..sekarang telah menjadi milik Pemodal..Mari bung rebut kembali..”
Adapun pernyataan sikap FAM Unair sebagai berikut:
1. Menolak kenaikan Biaya SP3 baik itu skema lama maupun baru yang di tawarkan oleh Birokrasi Unair, karena semuanya sarat dengan kebohongan.
2. Menuntut transparansi keuangan Unair agar segala permasalahan bisa terbuka dengan jelas, baik itu yang menyangkut kasus SP3 maupun Pungutan IKOMA.
3. Menyerukan kepada mahasiswa, dosen, dan pekerja Unair bergerak bersama menggagalkan kenaikan SP3 untuk mewujudkan kembali Unair menjadi kampus rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar