Kamis, 19 Mei 2011 | 22:20 WIB
Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan
Oleh : Abdul Muntholib
Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan
Oleh : Abdul Muntholib
Kunjungan ini, menurut Mahendra Ondang, salah seorang humas FAM Unair, dimaksudkan untuk merefleksikan kembali semangat anti-kolonialisme dari WR Supratman sebagai cambuk perjuangan untuk saat ini.
“kami memandang hari ini kita semua mengalami krisis kepemimpinan dan sedang berada dalam kekuasaan neoliberalisme (penjajahan gaya baru),” katanya.
Salah satu bentuk penjajahan gaya baru itu, menurut mahasiswa, adalah neoliberalisme sektor pendidikan sebagaimana mulai ramai dipraktekkan di berbagai kampus, termasuk Universitas Airlangga.
Sayangnya, ketika perjuangan anti-kolonialisme perlu dibangkitkan, kaum intelektual justru bungkam dengan keadaan. “Hal itu tentunya berbeda jauh dengan apa yang di lakukan oleh W.R Supratman dulu, walaupun beliau di didik dalam lembaga pendidikan kolonial Belanda, tetapi beliau mempunyai jiwa yang berani untuk tidak tunduk dan takut pada para penjajah, “ ujar Mahendra Ondang.
FAM Unair menyesalkan sikap bungkam kaum intelektual Unair saat kampus terbesar di Jawa Timur itu diobrak-abrik oleh pemodal asing, termasuk melalui kebijakan kenaikan biaya pendidikan.
“Mereka boleh saja mengaku kaum intelektual yang memegang prinsip excellent with morrality, tetapi sebenarnya mereka tak lebih intelektual yang berwatak Inlander (terjajah) dan rela menjadi anteknya kaum pemodal asing,” katanya. sumber berita oleh berdikarionline.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar