Senin, 25 April 2011

Tulisan Singkat dalam rangka Ziarah ke Taman Pahlawan Mengadukan Kasus Kenaikan SP3 Unair


Gagalkan Kenaikan SP3 Unair !
Wujudkan Unair Menjadi Kampus untuk semua Kalangan Rakyat !

Kawan-kawan sekalian, rencana Pejabat Struktural Universitas Airlangga akan menaikkan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SP3) Mahasiswa Baru tahun angkatan 2011 masih menjadi misteri. Hingga detik ini masih belum ada keputusan jelas tentang persoalan tersebut dan saat kita mempertanyakan hal tersebut kepada Jajaran Birokrasi Unair, mereka malah memilih bersikap bungkam dan diam seribu bahasa. Bahkan terkesan para pejabat struktural Unair hendak mengulur waktu serta tetap saja berkepala batu menaikkan biaya kuliah di Universitas Airlangga.
Apabila kita bandingkan rencana biaya pendidikan di Unair dengan upah buruh (UMK) di Surabaya yang hanya sebesar Rp.1.115.000,- ataupun dengan UMK di Gresik, yang notabene tertinggi se-Jatim, yaitu Rp.1.133.000,- maka kenaikan biaya tersebut tentu sangat mencekik leher kaum buruh. Belum lagi bagaimana nasib dari anak-anak petani miskin, nelayan miskin, guru, polisi dan tentara yang berpangkat rendah. Sehingga terkait kebijakan kenaikan tersebut, kami mengatakanya sama saja hendak membunuh mimpi dari kaum buruh, petani miskin, nelayan miskin, guru, polisi dan tentara yang berpangkat rendah, untuk mengkuliahkan putra-putrinya di Universitas Airlangga.
Bagi kami, rencana kenaikan biaya tersebut juga merupakan bentuk pengkhianatan yang senyata-nyatanya terhadap cita-cita para pejuang kemerdekaan dulu, yang telah rela berkorban harta dan nyawa untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan Kolonial Belanda. Dimana salah satu hasilnya adalah kebijakan nasionalisasi Nederlands Indische Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indishe Tandartsen (STOVIT), yang masing-masing didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1913 dan 1928. Kedua Lembaga Pendidikan tersebut oleh Presiden Soekarno kemudian secara resmi di ubah menjadi Universitas Airlangga pada 10 November 1954, dengan satu tujuan mencerdaskan kehidupan rakyat, tanpa memandang Suku, Ras, Agama, Golongan dan Status sosial.
Maka sehubungan dengan perkembangan kondisi diatas, kami dari FAM UNAIR kemudian berinisiatif untuk mengadakan acara sederhana “melakukan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan dalam rangka mengadukan kasus kenaikan SP3 Unair”. Kegiatan ini kami lakukan di Taman Makam Pahlawan Jalan Ngagel Surabaya, dalam bentuk membersihkan makam, Teatrikal Tabur Bunga serta Doa Bersama.
Kami mengadakan kegiatan ini sebagai simbol betapa kecewanya kami dengan masih belum terbukanya mata hati dari para Pejabat Struktural Unair. Mereka masih tetap buta matanya, tuli pendengaranya dan dangkal akalnya, karena sampai detik ini masih tetap bersikeras hendak menaikkan biaya kuliah di Universitas Airlangga, di tengah-tengah kemiskinan yang sedang mendera mayoritas rakyat Indonesia.
Kegiatan simbolis ini kami lakukan juga dengan tujuan menyentil para birokrasi Unair yang sudah tidak bisa di ajak berbicara lagi tentang konsep “Pendidikan bagi semua kalangan rakyat”, dengan alasan Unair kekurangan dana. Padahal alasan tersebut bagi kami sendiri belum pasti kebenarannya karena tiadanya transparansi keuangan dari pejabat struktural Unair, dan kami mensinyalir bahwa kenaikan tersebut terkait dengan intervensi IMHERE, sebuah badan di bawah Bank Dunia. Maka itulah, kami memilih lebih baik “berbicara” dengan para pejuang kemerdekaan Indonesia dulu walaupun mereka sudah terbujur kaku dalam liang kubur, daripada berbicara dengan Birokrasi Unair yang masih bernyawa namun malah diam seribu bahasa dan mati hati nuraninya.  
Kawan-kawan sekalian, demikian sedikit tulisan singkat yang bisa kami sampaikan dalam kegiatan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan dalam rangka mengadukan kondisi Universitas Airlangga yang semakin jauh dari rakyat. Semoga dengan kegiatan sederhana yang kami adakan tersebut bisa mengetuk hati para pejabat struktural Universitas Airlangga untuk tidak jadi menaikkan biaya SP3 Unair. Sehingga saudara, adik, dan kawan-kawan kita semua, masih bisa terus bermimpi untuk melanjutkan kuliah di Universitas Airlangga. Terima kasih..
CP : 
Ketut Sandy Swastika  Ekonomi Pembangunan              085645372722
Fareza Rahman             Hubungan Internasional               083849840442
Angelo Robert                Sastra Inggris                               085733736203
Albertus Beny                 Farmasi                                        085732584042

Tidak ada komentar:

Posting Komentar