Minggu, 20 Februari 2011

Presiden di surabaya mahasiswa Bentrok dengan Polisi

 http://bataviase.co.id/node/494908

Presiden di Surabaya* Mahasiswa Bentrok dengan Polisi

Presiden di Surabaya* Mahasiswa Bentrok dengan Polisi

SURABAYA (Suara Karya) Aksi unjuk rasa kembali mewarnai kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Surabaya, Selasa (14/12). Berbeda dengan unjuk rasa sehari sebelumnya, aksi turun ke jalan di hari kedua SBY berada di ibu kota Jatim kemarin berlangsung ricuh dan berbuntut penangkapan pada dua mahasiswa setempat

Pantauan Suara Karya di lapangan, kemarin, aksi unjuk rasa mahasiswa digelar sedikitnya di 2 lokasi. Hujan batu sempat terjadi dalam unjukrasa di depan pintu gerbang Kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut

Aksi anarkis itu bermula saat mahasiswa yang terga-bung dalam f Mahasiswa Ekstra Kampus terdiri dari SMI, Pembebasan, Sebumi, SGMS, KGM, GMNI, dan IKOHI berunjuk rasa sambil membakar ban bekas di tengah jalan. Mereka menyuarakan penolakan kapitalisasi pendidikan dan kesehatan dan privatisasi energi/migas.

Polisi meminta mahasiswa untuk menghentikan aksinya itu. Tak lama kemudian, puluhan polisi diturunkan dari truk dan langsung membubarkan paksa aksi tersebut Mereka juga berusaha memadamkan api yang membakar ban-ban bekas tersebut

Mahasiswa langsung melakukan perlawanan hingga akhirnya memicu bentrok fisik. Aksi saling pukul terjadi. Mahasiswa melempari polisi dengan batu. Polisi makin agresif mengejar para mahasiswa yang berbuntut penangkapan 2 aktifis. Polisi sempat melontarkan 2 kali tembakan peringatan.

Tindakan penembakan dan isu penangkapan 3 mahasiswa itu membuat suasana semakin panas. Para pengunjuk rasa nekat memblokir sepanjang Jalan Airlangga dengan cara membakar ban bekas dan memasang bambu yang diambil dari berbagai umbul-umbul ke tengah jalan. Aksi pemblokiran jalan itu juga diperluas hingga ke Jalan Dharmawangsa dekat RS Graha Amerta. Para mahasiswa juga sempat membajak truk minyak nopol L-8024-GC yang sedang melintas.

Sebelum situasi semakin bertambah runyam, polisi yang diwakili Wakapol-restabes Surabaya AKBP Tom si Tohir akhirnya datang membawa 2 mahasiswa yang sempat ditangkap ke lokasi. Kedua mahasiswa yang menumpang mobil milik Waka Polrestabes Surabaya itu adalah Hernowo dan Fahreza.
Sementara seorang mahasiwa lagi yakni Rakh-mad Wahyudi ternyata tidak ikut diamankan aparat kepolisian.
"Saya sebagai Wakapol-restabes Surabaya meminta maaf dan akan menyelidiki anggota yang mengeluarkan tembakan." ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar