http://surabaya.detik.com/read/2011/02/14/174946/1571191/466/mahasiswa-unair-galang-koin-untuk-ikoma
Senin, 14/02/2011 17:59 WIB
Amir Baihaqi - detikSurabaya
Surabaya - Puluhan mahasiswa unair dari gabungan elemen seluruh fakultas menggelar aksi
koin untuk Ikoma yang dianggap oleh para peserta aksi itu sebagai iuran ilegal kampus.
Sambil membentangkan spanduk, para peserta aksi juga menyodorkan toples plastik sambil menyanyikan lagu-lagu serta beroasi secara bergiliran di depan halaman perpustakaan kampus B.
"Aksi ini sebagai simbol penolakan kami terhadap kebijakan Ikoma yang kami anggap ilegal. Seharusnya seperti sumbangan ini, bukan dipaksa apalagi sebagai syarat akademik," sindir Dani Samuel (20), mahasiswa Fakultas Ilmu dan Budaya sekaligus juru bicara aksi, Senin (14/2/2011).
Menurut Dani, aksi ini sebagai lanjutan dari dua kali aksi sebelumnya yang telah digelar oleh FAM (Forum Aksi Mahasiswa) Unair dalam menyikapi kebijakan iuran Ikoma yang dianggap telah membebani mahasiswa.
Dalam aksi sebelumnya, para mahasiswa menuntut agar rektor mengeluarkan SK namun hanya mendapat memo dan sempat berdialog Sekretaris Rektor Unair, Hadi Subhan dan Direktur Kemahasiswaan Imam Mustofa. Mereka mengelak jika rektor tidak bisa mengeluarkan SK penghapusan Ikoma karena memang tidak ada SK yang memanyungi keberadaaan Ikoma.
"Pada aksi sebelumnya, kami sempat berdialog dengan Sekretaris Rektor dan Direktur Kemahasiswaan, setelah melakukan dialog mereka mengaku bahwa pada tanggal 4 Februari sebenarnya sudah keluar memo bahwa Ikoma tidak ada kaitannya dengan akademik yang selama ini kita alami," ungkapnya.
Selain melakukan aksi penggalangan koin untuk Ikoma, para peserta aksi juga
membeberkan kwitansi pembayaran sebagai tanda bukti bahwa selama ini uang
Ikoma masuk ke rekening pribadi rektor Unair. Untuk itu para mahasiswa semakin yakin bahwa Ikoma menduga banyak terjadi penyelewengan dan korupsi sehingga mereka akan menempuh jalur hokum jika tuntutan mereka tidak digubris.
"Kami menduga bahwa praktek penarikan iuran Ikoma telah banyak diselewengkan,
bayangkan saja, uang yang masuk ke rekening pribadi rektor untuk satu fakultas saja bisa mencapai 6 milyar bayangkan jika itu seluruh fakultas, tentu kita akan menempuh jalur hokum jika perlu, ungkap Ambon (21) salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu dan Budaya Unair.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar